Rabu, 01 Desember 2010

Kekerasan Dalam Berpacaran

Berpacaran adalah hal terindah yang bisa kita rasakan pada masa remaja. Dengan berpacaran masa-masa remaja kita lebih berwarna. Banyak sekali yang bisa kita lakukan dalam berpacaran contohnya kita bisa jalan-jalan, nonton bioskop, makan bersama, curhat, bercanda, dan masih banyak lagi.
Berpacaran juga memberikan kita sebuah kenangan dan pengalaman, entah itu kenangan dan pengalaman indah atau kenangan atau pengalaman buruk. Seharusnya remaja itu berpacaran dengan wajar, tetapi zaman sekarang ini banyak sekali hubungan para remaja yang di bumbui oleh kekerasan, dan salah satu remaja yang merasakannya adalah saya.

Saya memulai hubungan dengan pacar saya yang sekarang sudah menjadi mantan itu pada tanggal 14 OKTOBER 2006 , awalnya kami berpacaran dengan wajar. Kami pun banyak melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti pergi ke bioskop, berenang, makan. Setelah berjalan 4 bulan saya mulai menerima perlakuan yang tidak baik.
Awalnya saya hanya menerima tamparan yang tak begitu keras karena hal sepele. Saya pun terkejut dan heran dia bisa melakukan itu, tapi pada akhirnya saya memaafkan dia karena saya menyayanginya dan untuk saya tamparan tak ada artinya.
Seiring berjalannya waktu saya melupakan tamparan itu, namun setelah saya lupakan tamparan itu saya mendapat tonjokan yang sangat keras, dan semakin lama saya pun mendapat tendangan, cubitan, bahkan saya diludahi. Saya tak mengerti apakah kesalahan saya sebesar itu sehingga saya mendapatkan perlakuan yang tak pantas. Dan pada akhirnya saya pun merasakan apa yang perlakuan yang paling membuat saya sakit, dia memukuli saya seperti saya seorang maling yang dipergoki. berkali-kali saya ditamparnya, ditonjok, di tendang, bahkan dijenggut. Pada saat itu saya memasrahkan diri pada tuhan saya diam saja hanya bisa menangis dan menahan sakit. Berkali-kali saya mendapatkan perlakuan itu, namun bodohnya saya selalu memaafkan dan melupakan jika dia memukuli saya.
Mungkin kekerasan telah menjadi biasa dalam hubungan kami, hingga akhirnya saya pun kebal dengan cacian,bahkan saya kebal dengan pukulan. Pacar saya adalah orang yang tak bisa mengontrol emosi, jika dia kesal atau marah emosinya selalu meledak-ledak dan saya belajar mengerti keadaannya.
Saya mencoba bertahan dengannya, sampai waktu pacaran 4 tahun saya masih bisa bertahan. Dan selama itu banyak sekali kekerasan yang saya alami, bahkan saya pun hampir dibunuhnya. Saya ditabrak oleh kendaraanya, saya dianiaya seperti binatang, semua macam kekerasan sudah saya rasakan. Awalnya setiap habis memukuli saya dia selalu menangis, menyesal dan meminta maaf. Tapi makin lama dia berubah setiap habis memukuli saya dia hanya bisa memarahi saya dan menyalahkan saya.
Saya pun menyerah, saya tak sanggup menahannya. Saya sadar hubungan seperti ini tidak sehat dan tidak pantas untuk remaja. Saya menyayangi tubuh, dan masa remaja saya. Sekarang mata saya sudah terbuka lebar bahwa masih banyak yang bisa saya lakukan tanpa dia, saya akan tenang, damai dan tak takut akan kekerasan yang akan saya alami lagi. Karena saya telah bangun dari keterpurukan, dari kebodohan dan dari kebutaan akan cinta. Saya bahagia dengan hidup saya sekarang yang jauh dari kekerasan.


pesan : 


untuk para remaja perempuan khususnya,berpacaranlah yang sewajarnya. jauhkan lah diri kalian dari kekerasan, karena kekerasan hanya akan merusak tubuhmu, masa depanmu, dan merusak indahnya masa remaja kalian. cukup hanya saya yang mengalami semuanya, saya tak ingin ada remaja lain yang merasakannya. cintailah dirimu, tubuhmu, masa remajamu, dan masa depanmu. 










                                                                                                                        love jeslonada